PermasalahanEfek
Rumah Kaca (Freen House Effect) MEningkatnya konsentrasi CO2
diatmosfer, 290 ppmv (part per million by volume tahun 1850, tahun 2000
meningkat menjadi 350 ppmv dan 100 tahun kemudian diperkirakan 580 ppmv
Global Warming
Suhu rata-rata bumi akan meningkat 4.5 oC (100 tahun mendatang)
- Degradasi Hutan (1.8 – 2 jt Ha/tahun) di Indonesia
Cuaca dan IklimCuaca
: Nilai sesaat (instantaneous) dari atmosfer, serta perubahan dalam
jangka pendek (kurang dari satu\ jam hingga 24 jam) di suatu tempat
tertentu di bumi.
Iklim : Sintesis atau kesimpulan dari
perubahan nilai unsur-unsur cuaca (hari demi hari dan bulan demi bulan)
dalam jangka panjang disuatu tempat atau pada suatu wilayah. Sintesis
dapat pula diartikan dengan nilai statistik yang meliputi rata-rata,
maksimum, minimum, frekuensi kejadian, peluang kejadian dsb.)
Iklim : sifat cuaca dalam jangka panjang dan pada daerah yang luas (representatif)
KlimatologiIlmu
iklim yang membahas atmosfer sebatas ruang antara perakaran hingga
sekitar puncak tajuk tanaman atau sifat atmosfer di sekitar permukaan
tanah (near the ground) disebut
mikro klimatologi.
Unsur-unsur iklim tersebut mudah terpengaruh oleh perubahan pemanasan
dan pendinginan permukaan tanah dan benda atau tumbuhan setempat.
Klimatologi Hutan, mencakup mikroklimatologi, mesoklimatologi (mencakup
wilayah lebih luas) dan makro klimatologi (iklim global) Klimatologi
hutan membahas pengaruh hutan terhadap iklim dan sebaliknya iklim
mempengaruhi ekosistem hutan
Manfaat Informasi cuaca dan iklim
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap akibat-akibat negatif yang dapat
ditimbulkan oleh keadaan cuaca/iklim yang ekstrem misalnya kekeringan,
banjir serta angin kencang.
- Menyesuaikan diri atau berusaha untuk menyelenggarakan kegiatan dan
usaha yang serasi dengan sifat cuaca dan iklim sehingga terhindar dari
hambatan dan kerugian yang diakibatkannya
- Menyelenggarakan usaha dan kegiatan di bidang teknik,, sosial dan
ekonomi dengan menerapkan tenologi pemanfaatan sumberdaya cuaca dan
iklim.
Mekanisme Pembentukan Cuaca dan Iklim
- Pancaran Radiasi Surya
- Letak Lintang (latitude)
- Ketinggian Tempat (altitude)
- Posisi tempat terhadap lautan
- Aliran MAssa Udara
- Pusat tekanan tinggi dan rendah semi permanen
- Halangan oleh pegunungan
- Unsur cuaca/iklim: radiasi surya, suhu, tekanan udara dan angin
KEDELAPAN UNSUR TERSEBUT MENGENDALIKAN DELAPAN UNSUR DIBAWAH INI
- Penerimaan radiasi dan lama penyinaran surya
- Suhu udara
- Kelembaban udara
- Tekanan Udara
- Kecepatan dan arah angin
- Evaporasi
- Presipitasi
- Suhu tanah
SEHINGGA MENGHASILKANDistribusi tipe cuaca dan tipe iklimAtmosferBerisi
partikel-partikel halus yaitu gas (udara kering dan uap air), cairan
(butir air atau awan) dan aerosol (bahan padatan misalnya debu).
Partikel yang ringan berada di atas yang berat sehingga makin mendekati
permukaan bumi kerapatan partikel di atmosfer meningkat.Udara Kering:
Gas utama (N2, O2, Ar, CO2) dan gas lain Uap air, lebih banyak di daerah
tropika (45 dari dari volume atm) Aerosol; kristal garam (40%), debu
(20%), Abu (10%), asap (5%), mikroorganisme (25%)
Adapun lapisan-lapisan atmosfer
1. TroposferKetinggian
dari permukaan laut hingga 8 km di kutub dan 16 km di Equator.
Rata-rata ketinggian puncak troposfer adalah 12 km.Satu-satunya lapisan
atmosfer yang mengandung air (uap, air dan es) dan berlangsung evaporasi
dan kondensasi Ruang terjadinya turbulensi dan sirkulasi udara,
mengalami pembentukan dan perubahan cuaca seperti angin, awan, hujan,
badai, kilat dan guntur Terjadi pemindahan energi (surya), kecepatan
angin bertambanh dengan bertambahnya ketinggian. Terjadi pemanasan dan
pendinginan permukaan bumi. Suhu udara bertambah turun dengan
bertambahnya ketinggian (Lapse rate), rata-rata -6.5 K setiap kenaikan 1
km.
2. StratosferLapisan kedua diatas troposfer Ketinggian
12 – 50 km diatas permukaan laut.Tidak mengalami turbulensi dan
sirkulasi Mengandung gas ozon (O3) (berperan melindungi bumi dari
radiasi ultra violet (uv) yang berlebihan
3. MesosferKetinggian 50 – 80 km. Perubahan suhu terhadap ketinggian lapse rate
Suhu udara -5oC pada dasar lapisan hingga -95oC pada puncak lapisan
Tidak mengalami turbulensi dan sirkulasi udara
Daerah penguraian O2 menjadi atom O
4. Termosfer
Ktinggian > 80 km, sangat jarang partikel gas yang mencapai lapisan
ini. Puncak lapisan 100 km atau 250 km dari permukaan laut, Lapisan
berisi molekul N2, O2, N dan O.
Perubahan suhu terhadap ketinggian bersifat inversi suhu.
Suhu dari -95oC pada ketinggian 80 km hingga -50oC pada ketinggian 100km dan -38 oC pada ketinggian 110 km.
LApisan
tempat berlangsungnya ionisasi gas N2 dan O2 sehingga disebut juga
ionosfer. Diatas ketinggian 100 km, pengaruh radiasi uv dan sinar X
makin kuat.
Peranan Atmosfer
- Sumber Gas dan air presipitasi
- Penyaring (filter) radiasi surya Sehingga kualitas spektrum yang
sampai ke permukaan bumi tidak bersifat merusak organ tubuh makhluk
hidup
- Pada sistem neraca ebergi radiasi, atmosfer sebagi buffer sehingga
permukaan bumi terhindar dari pemanasan dan pendinginan yang berlebihan.
- Pada proses fisika di permukaan bumi, atmosfer pengatur kelestarian mekanisme cuaca dan iklim