Jumat, 18 Mei 2012

Hari Besar Lingkungan



10 Januari
Hari Lingkungan Hidup Indonesia
2 Februari
Hari Lahan Basah Sedunia (Konvensi Ramsar
, Iran)
6 Maret
Hari Konvensi CITES (Perdagangan Satwa Liar)
20 Maret
Hari Kehutanan Dunia
22 Maret
Hari Air Internasional
22 April
Hari Bumi / Earth Day / KTT Bumi

22 M
ei
Hari Keanekaragaman Hayati
23 Mei
Hari Pergantian Iklim (Climate Change Day)
31 Mei
Hari Tanpa Asap Rokok Sedunia
5 Juni
Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Environment Day)
23 Juni
Hari Konvensi Bonn
, Jerman
21 september
Hari Bebas Mobil (Car Free Day)
Oktober
Salah satu resolusi PBB No. 40/2001 A tanggal 17 Desember 1985 menyepakati bahwa setiap Senin minggu pertama bulan Oktober ditetapkan sebagai Hari Habitat Dunia (HHD)
16 November
Hari Konferensi Warisan Dunia
21 November
Hari Pohon

2 De
sember
Hari Konvensi Ikan Paus
15 Desember
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
29 Desember
Hari Keanekaragaman Hayati

Fenomena Kebakaran Hutan Di Indonesia


Dampak Kebakaran Hutan

Di beberapa daerah  tanah air Kebakaran Hutan seolah menjadi salah satu macam dari bencana alam yang meresahkan masyarakat. Kenapa dikatakan bencana alam? Sebab sepertinya kita telah menganggap musibah ini terjadi sebagai suatu bentuk rutinitas di daerah tertentu. Sebutlah Riau, dengan luas hutan yang dahulunya cukup diperhitungkan, lambat laun karena musibah ini terjadi secara terus menerus, alhasil luas hutan di Riau semakin berkurang.

Di Indonesia sebenarnya akan lebih tepat jika kebakaran hutan bukan dikatakan sebagai kebakaran. Sebab kesan maknanya seolah tidak disengaja. Fakta yang kerap terjadi di lapangan adalah proses kebakaran hutan itu nyata-nyata dilakukan secara sengaja oleh pihak tertentu. Oleh sebab itu lebih layak dikatakan bencana pembakaran hutan bukan?   

Bencana pembakaran hutan ini akan berdampak serius pada kondisi kesehatan udara daerah bersangkutan. Pekanbaru misalnya sebagai ibu kota Propinsi Riau merupakan kawasan yang sangat rawan terkena dampak pencemaran asap akibat pembakaran hutan. Di kawasan lain yang masih memiliki kawasan hutan yang cukup luas seperti Kalimantan, bencana ini pun kerap terjadi.

Tak hanya meresahkan masyarakat dalam negeri, negara jiran pun turut merasakan dampak dari bencana ini. Singapura dan Malaysia merupakan negara yang sangat sering menerima produk ekspor asap kita.

Bencana kebakaran hutan akan memberikan banyak pengaruh buruk pada masyarakat setempat. Selain memperburuk kesehatan, keberadaan kabut asap juga akan mengganggu sistem penerbangan bandara daerah terkait. Akibatnya tak jarang jadwal penerbangan ditunda atau bahkan dibatalkan karena gangguan asap tadi.

Penyebab Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan yang terjadi hampir setiap tahun di berbagai kawasan di tanah air sebenarnya tak lain disebabkan oleh ulah manusia-manusia Indonesia itu sendiri. Kurangnya kesadaran untuk menjaga lingkungan menyebabkan sebagian masyarakat kita ceroboh dalam menjaga kelestarian kekayaan alam yang dititipkan Tuhan untuk kesejehteraan manusia itu sendiri.
Di Amerika, kejadian kebakaran hutan hanya berlangsung selama puluhan tahun sekali, itu pun terjadi diakibatkan faktor alam. Misalnya angin atau pun cuaca. Cuaca yang cukup panas akan menyulut proses oksidasi reranting pohon kering yang saling bergesekan. Akibat gesekan ini muncul percikan api, dan terjadilah kebakaran tersebut.
Adapun beberapa hal penyebab terjadi kebakaran hutan yang fatal di tanah air hingga berdampak pada musibah asap diantaranya disebabkan oleh hal-hal berikut:

1.  Pembukaan area perkebunan
Salah satu hal yang menjadi faktor kebakaran hutan di tanah air adalah pembukaan kawasan hutan yang ditujukan untuk area perkebunan. Di Riau biasanya pembakaran hutan dilakukan untuk membuka kawasan perkebunan kelapa sawit. Pembakaran hutan ini biasanya dilakukan saat musim kemarau oleh perusahaan tertentu dan berlangsung cukup lama.
Proses kerja yang tidak profesional menyebabkan jumlah asap yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak dapat dikendalikan. Tidak adanya sikap tegas dari pemerintah untuk  mengantisipasi hal ini menyebabkan kondisi ini terus terjadi setiap tahun dan berlarut-larut. Bahkan lagi-lagi terkadang kita latah menyebut bencana ini sebagai musim, musim asap yang mengiringi musim kemarau.

2. Kecerobohan warga
Musim kemarau adalah kesempatan bakar-bakar, begitu mungkin pemikiran sebagian penduduk yang terbiasa membersihkan lahan mereka dengan cara membakar. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh orang seorang saja, bahkan terjadi dalam jumlah yang besar. Akibatnya, berkumpullah asap hasil pembakaran hutan yang dilakukan oleh perusahaan untuk pembukaan kawasan perkebunan dengan asap hasil kecerobohan masyarakat.
Akumulasi asap ini sulit untuk dihentikan sebab musim kemarau yang sedang terjadi. Dan pemerintah pun barulah sibuk menanganinya dengan proses pembuatan hujan buatan. Sebenarnya akan lebih bijak jika kita mengantisipasi musibah ini ketimbang mengobati kondisi tersebut. Perlu ada upaya tegas dari pemerintah untuk mengatasi sikap-sikap tak bertanggung jawab warganya.

Penghijauan Hutan


Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata hutan dan penghijauan hutan? Sebagian kalian pasti menjawab pepohonan rindang dan lebat daunnya, gugusan pohon-pohon besar, area hijau yang sangat luas, suara hewan-hewan liar yang bersahut-sahutan, atau bahkan orang utan! Artikel ini akan membahas mengenai penghijauan hutan.
Apapun bayangan kalian, ya seperti itulah hutan yang sebenarnya. Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan subur oleh pohon dan tumbuhan lainnya. Hutan ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida, habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestarian tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer bumi kita yang paling penting. Oleh karena itu, penghijauan hutan sangat perlu dilakukan. 

Pengijauan Hutan - Jenis-Jenis Hutan di Indonesia

Indonesia kaya akan kekayaan alamnya, terutama hutan. Hutan masih banyak kita temui di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, NTB, dan Papua. Hutan memiliki jenis dan ciri yang berbeda-beda, hal ini mengingat bumi kita terbagi menjadi areal daerah yang berbeda, yaitu tropis dan subtropis.
Jenis hutan bermacam-macam. Hutan dapat dibagi menjadi menurut asal tumbuhnya, menurut cara tumbuh kembali, menurut letak geografis, dan menurut keadaan tanahnya. Hutan menurut asal tumbuhnya yang berasal dari biji, tunas dan campuran antara biji dan tunas.
Untuk hutan yang berasal dari biji disebut hutan tinggi, hutan yang berasal dari tunas disebut hutan rendah, dan hutan yang berasal dari biji dan tunas disebut hutan sedang.
Ada jenis hutan menurut cara tumbuh kembali pepohonannya. Apa itu cara tumbuh kembali? Yaitu hutan yang pohonnya bisa tumbuh dari cara penyerbukan. Pertama, hutan pemudaan alami, berarti bunga pohonnya diserbuk dan biji pohon disebar bukan oleh manusia, melainkan oleh angin, air atau hewan.
Kedua, hutan pemudaan buatan, berarti penyerbukannya dilakukan sengaja oleh manusia seperti cangkok, stek. Ketiga, hutan pemudaan campuran, berarti campuran antara alami dengan buatan.
Pembagian bumi kita menjadi beberapa area geografis yang berbeda membuat hutan pun berbeda jenisnya. Menurut letak geografis, hutan terdiri atas hutan tropis yang terletak di daerah khatulistiwa, hutan temperatur yang tumbuh di daerah empat musim antara garis lintang 23,5º - 66º. Kemudian hutan boreal, yaitu hutan yang tumbuh di daerah lingkar kutub.
Hutan merupakan jantungnya kehidupan manusia. Bisa kalian bayangkan bila kita tidak memiliki hutan. Mmmm..., pasti kita akan merasakan kekeringan, udara yang kita hirup tidak segar dan berdebu, serta kurangnya asupan air di lingkungan kita.
Sebagai tempat untuk mempertahankan kelestarian hidup kita, hutan sudah sepatutnya kita jaga dan kita rawat, salah satu caranya adalah dengan penghijauan hutan. Tentu kita ingin masa kehidupan bumi kita bertahan lama sampai generasi mendatang.
Salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah dengan menggalakkan program penghijauan hutan. Penghijauan hutan merupakan cara khusus yang dapat kita lakukan dalam menghadapi pemanasan global yang sedang terjadi. Tapi apa sih penghijauan itu?
Penghijauan adalah penanaman kembali lahan kritis di luar kawasan hutan yang ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kondisinya sehingga fungsinya sebagai media produksi, tata air maupun pendukung kehidupan dapat dipertahankan dan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhannya.
Penghijauan hutan dilakukan untuk menekan dampak buruk dari pemanasan global. Dampak buruk yang akan kita terima akibat hutan yang tidak dijaga kelestariannya seperti menebang pohon sembarangan, pembakaran hutan, yang mengakibatkan hutan cepat rusak.

Contoh Upaya Penghijauan Hutan

Upaya penghijauan hutan dapat dilakukan dengan cara yang paling sederhana, yaitu tidak menebang pohon sembarangan dan tidak mengeruk kekayaan hutan lainnya secara berlebihan. Upaya lain penghijauan hutan yang dapat dilakukan adalah: 

1. Pembuatan Hutan atau Kebun Rakyat
Kegiatan penghijauan hutan ini berupa penanaman lahan kosong dan pekarangan di luar kawasan oleh masyarakat dengan jenis tanaman keras dan buah-buahan. 

2. Pembuatan Kebun Bibit Desa
Kebun bibit desa adalah unit persemaian yang tidak permanen yang dibuat untuk menyediakan bibit dalam pekan penghijauan di sekitar desa. Kebun bibit desa dikelola oleh kelompok tani yang ada di setiap desa di daerah.

Penghijauan Hutan - Tips untuk Memelihara Hutan

Perawatan hutan merupakan lanjutan dari pemeliharaan hutan dan penghijauan hutan. Berikut tips sederhana yang dapat dilakukan untuk panghijauan hutan atau merawat hutan biar awet:
  • Tebang penjarangan atau tebang pilih. Jadi kita jangan sembarangan menebang pohon di hutan, karena menebang satu pohon berarti mengurangi kadar oksigen di dalamnya.
  • Pemberantasan Hama dan Penyakit. Memberantas hama tidak boleh menggunakan bahan yang berbahaya bagi populasi hutan.
  • Pembersihan tumbuhan pengganggu yang biasa kita sebut dengan gulma atau semak. Serta pemangkasan cabang untuk memudahkan pertumbuhan pohon.
  • Pangkas tanaman sela yang dapat menghambat pertumbuhan pohon sehingga penyerapan air dan unsur hara tanah terserap dengan baik.

Penghijauan Hutan di Kalimantan Tengah

Kalimantan adalah pulau yang memiliki banyak hutan, termasuk di daerah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Untuk menjaga kelesatarian hutan di sana, dilakukanlah penghijauan hutan, khususnya penghijauan hutan yang sudah gundul. H.M. Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia, mengatakan sangat mendukung program penghijauan hutan kembali di Kalimantan Tengah yang gundul dengan menanami pohon. Penghijauan hutan ini dilakukan karena luas hutan gundul di sana sudah mencapai 600 ribu ha.
Program penghijauan hutan di Kalimantan Tengah bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama di lokasi bekas lahan gambut dengan luas satu juta hektar. Jusuf Kalla menambahkan bahwa penghijauan hutan ini sangat perlu dilakukan secara rutin. Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini sangat setuju dan mendukung upaya penghijauan hutan yang sudah gundul akibat penebangan liar di Kalimantan Tengah. Jika tidak dilakukan penghijauan hutan kembali, dikhawatirkan akan menimbulkan bencana yang merugikan masyarakat sekitar. 
Jusuf Kalla, khususnya PMI sangat mendukung niat pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mangadakan penghijauan hutan dengan cara menanam pohon di lahan-lahan yang sudah gundul. PMI juga menyarankan agar penghijauan hutan ini harus cepat dikampanyekan. 
Penghijauan hutan di Kalimantan Tengah sangat peting dilakukan mengingat provinsi ini sangat mampu dan sangat potensial dalam sektor kehutanannya. Pada umumnya, di Kalimantan, termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah, hanya ada dua bencana alam yang terjadi. Pertama adalah bencana kekeringan dan kedua adalah bencana banjir. Kedua bencana tersebut dapat diatasi atau dicegah jika masyarakat serta pemerintahnya bisa menjaga kelestarian hutan, salah satu caranya adalah dengan penghijauan hutan. 
Marilah kita peduli dengan kelestarian dan penghijauan hutan. Jika tidak dimulai dari kesadaran diri sendiri, siapa lagi yang akan memulai.

Kamis, 17 Mei 2012

navigasi gunung

NAVIGASI GUNUNG
Navigasi darat merupakan teknik menentukan posisi dan arah lintasan di peta maupun pada medan sebenarnya (khususnya di daratan). Keahlian ini sangat mutlak dimiliki oleh penggemar kegiatan alam terbuka karena akan memudahkan perjalanan kita ke daerah yang khususnya belum kita kenal sama sekali Disamping itu, keahlian ini sangat berguna dalam usaha pencarian korban kecelakaan tersesat atau bencana alam untuk itu dibutuhkan pemahaman kompas dan peta serta teknik penggunaannya.

PETA DARAT
Hakekat Peta
Peta adalah gambaran permukaan bumi diatas bidang datar dalam ukuran diperkecil yang kebenaranya dapat dipertanggung jawabkan secara visual atau matematis yang menyajikan informasi tentang bumi

Macam Peta
Secara menyeluruh peta dapat digolongkan berdasarkan skala/kedar tujuan penggunaan cakupan daerah proyeksi gambar, tanda dan simbol peta kecocokan informasi tingkat ketelitian survei proses terjadinya dan isi/informasinya. Dari sudut pandang isi/informasi yang dimuat suatu peta terdapat 2 jenis peta berdasar golongan ini, yakni :
    * Peta topografi
    * Peta tematik
    * Peta topografi inilah yang kita gunakan dalam kegiatan navigasi darat.
PETA TOPOGRAFI UMUM
Topografi merupakan gabungan kata topos yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar yang berasal dari bahasa yunani kuno. Jadi peta topografi berarti peta yang menggambarkan posisi mendatar dan posisi tegak dari semua benda yang membentuk atau berada di permukaan bumi. Isinya terdiri dari 4 ciri, yakni : relief (ketinggian), perairan (seperti sungai, danau), Tumbuhan ( Hutan ,semak, kelapa) dan hasil budaya manusia (jalan raya, bangunan, jembatan). Peta ini biasa disebut peta umum karena isinya yang lebih lengkap.
1. Judul Peta
Judul peta ada di bagian atas pada tengah peta. Judul peta menyatakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta bersangkutan.
2. Nomor Peta
Nomor peta biasanya dicantumkan di sebelah kanan. Biasanya dibagian bawah disertakan juga indeks lembar mencatumkan nomor-nomor peta yang ada disekeliling peta tersebut.
3. Koordinat Peta
Adalah kedudukan suatu titik pada peta. Koordianat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yaitu garis-garis yang saling berpotongan tegak lurus.
Sistem koordinat resmi dipakai ada dua cara :
Koordinat Geografis
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus terhadap khatulistiwa dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan khatulistiwa.
Koordinat grafis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik.
Koordinat Grid
Dalam koordinat grid kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak terhadap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia titik acuan nol di sebelah barat Jakarta (6O LU, 98O BT).
Garis vertikal di beri nomor urut dari selatan ke utara sedangkan garis horizontal di beri nomor urut dari barat ke timur.
Sistem koordinat mengenal penomoran dengan 4,6,8 dan 14 angka. Untuk daerah yang luas dipakai penomoran 4 atau 6 angka dan untuk daerah yang lebih sempit dengan penomoran 8 atau 14 angka.
4. Kontur
Adalah garis khayal yang menghubungkan titik - titik berketinggian sama dari muka laut.
5. Skala Peta
Adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak horizontal di lapangan. Ada dua cara penulisan skala yaitu :
Skala angka 1 : 25.000 berarti 1 cm jarak di peta = 25.000 cm (250 m) jarak horizontal di medan sebenarnya.
Skala garis
6. Tahun Peta
Menerangkan tentang pembuatan tahunnya.
7. Tahun Peta
Menerangkan tentang pembuatan tahunnya.
8. Arah Peta
Yang perlu diperhatikan adalah arah utara peta (utara grid). Cara yang paling mudah adalah dengan memperhatikan arah huruf-huruf yang ada pada peta.
    * Utara sebenarnya (US) adalah arah ke kutub utara bumi yang dilalui oleh garis bujur/meridian.
    * Utara magnetis (UM) adalah arah ke kutub utara megnet yang ditunjukkan oleh jarum kompas
    * Utara Grid (UG/UP) adalah garis utara yang ditunjukan oleh garis vertikal pada peta yang juga disebut Utara Peta.
Karena pengaruh rotasi bumi, letak kutub megnetis bergeser dari tahun ke tahun yang menyebabkan terjadinya variasi magnetis. Untuk tujuan praktis variasi magnetis dan iktilaf (Penyimpangan arah utara) dapat kita abaikan. Tetapi untuk kepentingan yang membutuhkan ketelitian yang tinggi, kondisi diatas harus ikut kita perhitungkan juga.
    * Iktilaf Peta adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara peta, yang terjadi karena perataan jarak paralel garis bujur peta bumi menjadi garis koordinat vertikal yang di gambarkan pada peta, atau sudut antara US dan UP.
    * Iktilaf Magnetis adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara megnetis. IM kebarat apabila ujung jarum kompas ada di sebelah barat US Sebaliknya IM ketimur apabila ujung jarum kompas ada di sebelah timur US
    * Iktilaf Peta-Magnetis, adalah beda sudut utara peta dengan utara magnetis
    * Variasi Magnetis, adalah perubahan/pergeseran sudut utara magnetis dari waktu ke waktu. Pergeseran positif menunjukkan pergeseran kearah timur sedang negatif berarti pergeseran kearah barat.
9. Legenda Peta
Legenda ini memuat arti dari symbol-simbol yang dipakai pada peta tersebut.

MEMBACA PETA
1. Sifat-sifat Garis Kontur
    * Garis kontur dengan ketinggian yang lebih rendah selalu mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi, kecuali bila disebutkan khusus untuk hal-hal tertentu seperti kawah.
    * Garis kontur tidak pernah saling berpotongan.
    * Beda ketinggian antara dua garis kontur adalah tetap walaupun kerapatan kedua garis berubah-ubah.
    * Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedang daerah terjal mempunyai kontur rapat.
    * Punggungan gunung/bukit terlihat di peta sebagai rangkaian kontur berbentuk “U” yang ujungnya melengkung menjauhi puncak.
    * Lembah terlihat di peta sebagai rangkaian kontur berbentuk “V” yang ujungnya tajam dan menjorok ke arah puncak.

2. Titik Triangulasi
Titik ketinggian ini yaitu suatu titik atau benda berupa pilar/tonggak yang menyatakan tinggi relative suatu tempat dari permukaan laut.
3. Mengenal tanda Peta
    * Bentuk-bentuk atau bentang alam yang menyolok di lapangan dan mudah dikenali di peta yang akan kita sebut sebagai tanda medan.
    * Puncak gunung atau bukit, lembah antara dua puncak.
    * Pertemuan anak sungai, tebing-tebing, sungai.
    * Belokan jalan, jembatan, ujung desa, simpang jalan
KOMPAS
Adalah alat penunjuk arah, yakni arah utara maknetis bumi yang disebabkan oleh sifat kemagnetisannya karena sifat ini maka jauhkan kompas terutama pada saat mempergunakannya dari pengaruh benda-benda yang terbuat dari baja atau besi, karena akan menyebabkan penunjuk yang salah pada jarumnya.
Bagian-bagian Kompas
    * Secara garis besar, kompas terdiri dari :
    * Badan, tempat komponen lain berada dan terlindungi
    * Jarum, yang selalu menunjukan arah utara magnetis bumi
    * Skala penunjuk, Menunjukan Pembagian derajat/mil sebagai sistem satuan arah mata angin.
Jenis Kompas
    * Terdapat banyak jenis kompas yang ada yang dapat kita pergunakan dalam perjalanan secara garis besarnya dapat kita bedakan sebagai berikut :
    * Kompas orienterring untuk tujuan praktis tetapi mempunyai akurasi yang kurang baik. Sering disebut sebagai kompas Silva (nama merk)
    * Kompas bidik membutuhkan peralatan navigasi lain untuk kelengkapanya, tetapi akurasinya sangat tinggi. Kompas bidik ini dapat kita bedakan berdasar kaca pembacanya : kompas lensa, kompas Prismatik, kompas Optik kompas orienteering.
Busur derajat atau Protaktor
Busur derajat atau protaktor terdapat beberapa bentuk derajat yang dapat kita gunakan yakni lingkaran, setengah lingkaran, segi empat dari bujur sangkar, tetapi untuk kepraktisan dan kelengkapannya, protaktor lebih menjanjikan, karena disamping pembagian arah mata angin dalam derajat dan mil juga tersedia skala pengukuran panjang dan tali pusat untuk memperpanjang pengukuran dan mempermudah perhitungan azimuth dan back azimuth.
Peralatan-peralatan pendukung lainnya seperti penggaris, altimeter untuk membantu menentukan ketinggian dan peralatan tercanggih untuk menentukan posisi secara langsung dengan menggunakan bantuan satelit yakni GPS (Global Positioning System).
Menentukan Koordinat
    * Koordinat adalah kedudukan sesuatu pada peta, yang merupakan pertemuan garis tegak dan mendatar dari suatu lembaran peta topografi. Sistem koordinat yang resmi ada dua macam :
    * Koordinat Geografis, sering disebut sistem Garis Bujur dan Lintang. Sumbu yang digunakan adalah garis Bujur ( Bujur barat dan Timur) yang tegak lurus terhadap Khatulistiwa dan garis lintang (lintang Utara dan Selatan) yang sejajar dengan khatulistiwa. Koordinat ini dinyatakan dalam satuan menit, derajat, dan detik
    * Koordinat Grid, dalam sistem ini kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak terhadap titik acuan (Grid).
AZIMUTH DAN BACK AZIMUTH
Azimut didefinisikan sebagai sudut horisontal yang diukur searah jarum jam dari garis dasar atau secara ringkasnya sudut dari suatu titik terhadap arah utara pengamat. Karena ada tiga jenis arah utara (UP, UM, US) maka azimut juga terdapat 3 jenis berdasarkan ketiga arah utara tersebut, yaitu Azimut Peta, azimut Magnetis, dan azimut sebenarnya. Untuk membuat lintasan tetap berada pada satu garis lurus, kita dapat berjalan dari suatu titik ke titik lain dengan sudut kompas tetap (potong kompas), dapat menggunakan teknik back azimut. Back azimut adalah sudut arah dari suatu garis dilihat menurut arah kebalikannya.
Langkah-langkah potong kompas :
    * Tentukan titik awal dan akhir perjalanan, plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut kompasnya serta sudut back azimutnya.
    * Bidikkan kompas sesuai sudut antara titik awal dan titik akhir
    * Bila memakai kompas orienteering, putar gelang sampai tanda (huruf N) pada kompas sebidang dengan jarum berwarna merah. Pada kompas bidik prinsipnya sama.
    * Bidikan kompas kembali kebelakang sesuai sudut back azimut dari tanda medan tersebut untuk mengecek apakah kita masih berada pada lintasan yang diinginkan.
ORIENTASI PETA
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya. Untuk keperluan ini kita perlu mengetahui tanda-tanda medan yang ada di lokasi dan mencocokanya dengan kontur yang ada di peta. Untuk keperluan praktis utara kompas (magnetis) dapat kita anggap sejajar dengan utara sebenarnya tanpa memperhitungkan deklinasinya.
Langkah-langkah orientasi pada peta :
    * Cari tempat yang terbuka untuk melihat tanda-tanda medan yang mencolok (dapat dikenali)
    * Letakan peta pada bidang datar
    * Samakan utara peta dengan utara kompas, sehingga peta sesuai dengan bentang alam yang ada.
    * Cari tanda-tanda medan dilokasi dan himpitkan dengan tanda medan yang ada di peta (seperti jalan raya, sungai,dll)
    * Tanpa memperhitungkan deklinasinya, letakkan kompas sedemikian rupa sehingga sumbu pokok kompas terletak diatas garis batas lembar kiri atau kanan peta dan kita putar peta beserta kompasnya sampai jarum kompas terletek satu garis dengan garis peta tersebut.
RESECTION
Digunakan untuk mengetahui posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang kita kenal. Tidak semua tanda medan harus kita bidik, seperti ketika kita sedang berada di tepi sungai lainnya yang di bidik.
Langkah-langkah resection :
    * Lakukan orientasi peta
    * Tentukan minimal dua tanda medan dilapangan dan kita ukur azimut dan back azimutnya. Sudut antara tempat kita dengan dua tanda medan tersebut minimal 30 derajat maksimal 150 derajat
    * Tarik garis back azimut dari kedua titik medan itu sehingga terjadi perpotongan antara keduanya.
    * Perpotongan tersebut adalah kedudukan kita di peta.
INTERSECTION
Cara ini digunakan untuk mengetahui atau untuk menentukan posisi suatu titik atau benda di medan pada peta dengan menggunakan posisi B sudah dicari terlebih dahulu posisi A sudah dicari terlebih dahulu point yang dicari dua atau lebih tanda medan.
    * Langkah-langkahnya :
    * Lakukan orientasi peta dan resection untuk menentukan posisi kita dititik A.
    * Bidik obyek dari titk A tersebut, catat azimut dan back azimutnya.
    * Bergerak ke posisi lain dan melakukan orientasi serta resection untuk menentukan posisi kita di B.
    * Bidik obyek dari titk B tersebut, catat azimut dan back azimutnya.
    * Perpotongan azimut dari titik A dan B tersebut adalah letak obyek yang kita.
MENTUKAN ARAH TANPA KOMPAS
Dengan tanda-tanda alam misalnya :
    * Kuburan Islam selalu menghadap ke utara
    * Masjid selalu menghadap ke kiblat
    * Bagian tumbuhan yang berlumut tebal menunjukan arah timur karena sinar matahari belum terik pada pagi hari
Dengan menggunakan jam tangan
    * Hanya dapat digunakan untuk daerah yang jauh dari khatulistiwa (minimal 23 derajat LU atau LS).
    * Daerah sebelah utara khatulistiwa : Jarum pendek diarahkan ke matahari, arah antara jarum pendek dan angka 12 menunjukkan arah selatan.
    * Daerah sebelah selatan Khatulistiwa : arahkan angka 12 ke matahari. Arah antara angka 12 dan jarum pendek menunjukkan arah utara.
Dengan menggunakan Bintang
    * Bintang selatan (Zuider Kruis), bila kita menghubungkan bintang-bintang yang terjauh satu sama lain lalu kita tarik garis khayal sampai memotong tepi langit,maka titik pertemuan itu adalah pertemuan itu adalah selatan.
    * Bintang Biduk, apabila dihubungkan bintang-bintang ini akan membentuk gambar biduk. Garis yang ditarik dari bintang yang letaknya segaris akan menunjukkan arah utara.
    * Rasi bintang Crux (bintang salib/Gubuk Penceng), perpanjangan garis diagonal yang memotong horison dari tempat kita adalah arah selatan.
    * Arah bulan, bintang, dan Matahari yang terbit di timur dan tenggelam di barat.
Menentukan Posisi Kita di Dalam Peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (secara praktis menyamakan utara peta dengan utara magnetis). Untuk keperluan orientasi ini, kita perlu mengenal tanda-tanda medan yang ada dilokasi. Ini bisa dilakukan dengan menanyakan kepada penduduk setempat nama-nama gunung, bikit, sungai, atau tanda-tanda medan lainnya, atau dengan mengamati kondisi bentang alam yang terlihat dan mencocokkan dengan gambar kontur yang ada dipeta, untuk keperluan praktis, utara magnetis dianggap sejajar dengan utara sebenarnya, tanpa memperlitungkan adanya deklinasi. Langkah-langkah orientasi peta :
a) Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok; b) Letakkan peta pada bidang datar; c) Letakkan kompas diatas peta dan sejajarkan antara arah utara peta dengan utara magnetis/utara kompas, dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi. d) Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekeliling dan temukan tanda medan tersebut dipeta, lakukan untuk beberapa tanda medan. e) Ingat tanda medan itu, bentuknya dan tempatnya dimedan sebenarnya maupun dipeta, ingat-ingat tanda medan yang khas dari setiap tanda medan.
2. Azimuth dan Back Azimuth
Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju,azimuth juga sering disebut sudut kompas, perhitungan searah jarum jam. Ada tiga macam azimuth yaitu : a) Azimuth Sebenarnya,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran; b) Azimuth Magnetis,yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran; c) Azimuth Peta,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran.
back Azimuth adalah besar sudut kebalikan/kebelakang dari azimuth. Cara menghitungnya : bila sudut azimuth lebih dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth kurang dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth = 180 derajat maka back azimuthnya adalah 0 derajat atau 360 derajat.
3. Resection
Resection adalah menentukan kedudukan/ posisi di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik resection membutuhkan bentang alam yang terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Tidak selalu tanda medan harus selalu dibidik, jika kita berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu satu tanda medan lainnya yang dibidik. Langkah-langkah resection : a) Lakukan orientasi peta; b) Cari tanda medan yang mudah dikenali dilapangan dan di peta, minimal dua buah; c) Dengan penggaris buat salib sumbu pada pusat tanda-tanda medan itu; d) Bidik dengan kompas tanda-tanda medan itu dari posisi kita,sudut bidikan dari kompas itu disebut azimuth; e) pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta, dan hitung sudut pelurusnya; f) perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta
4. Intersection
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di pet dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan, tetapi sukar untuk dicapai. Pada intersection, kita sudah yakin pada posisi kita di peta. Langkah-langkah melakukan intersection : a) lakukan orientasi medan, dan pastikan posisi kita; b)bidik obyek yang kita amati; c) pindahkan sudut yang kita dapat dipeta; d) bergerak ke posisi lain, dan pastikan posisi tersebut di peta, lakukan langkah b dan c; e) perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.
5. Koreksi sudut
Pada pembahasan utara telah dijelaskan bahwa utara sebenarnya dan utara kompas berlainan. Hal ini sebetulnya tidaklah begitu menjadi masalah penting jika selisih sudutnya sangat kecil, akan tetapi pada beberapa tempat, selisih sudut/deklinasi sangat besar sehingga perlu dilakukan perhitungan koreksi sudut yang didapat dari kompas(azimuth)yaitu :
A. Dari kompas (K) dipindahkan ke peta (P): P= K +/- (DM +/- VM)
B. Dari peta( P) dipindahkan ke kompas (K): K= P +/- (DM +/- VM)
Keterangan:
Tanda +/- diluar kurung untuk DM (deklinasi magnetis/iktilaf magnetis)
= dari K ke P: DM ke timur tanda (+), DM ke barat tanda (-) = dari P ke K: DM ke timur tanda (-), DM ke barat tanda (+)
Tanda +/- di dalam kurung untuk VM (variasi magnetis)
=tanda (+) untuk increase/naik; tanda (-) untuk decrease/turun.
Contoh Perhitungan:
Diketahui sudut kompas/azimuth 120 derajat, pada legenda peta tahun 1942 tersebut: DM 1 derajat 30 menit ketimur, VM 2 menit increase, lalu berapa sudut yang akan kita pindahkan ke peta?
P= K=+/- (DM +/- VM) ingat! kompas ke peta, DM ke timur VM increase
besar VM sekarang (2002)= (2002-1942)x 2 menit
= 120 menit= 2 derajat (1 derajat=60 menit)
sudut P= 120 derajat + (1 menit 30 detik + 2 derajat)
= 123 derajat 30 menit, jadi sudut yang dibuat di peta adalah 123 1/2 derajat. 6. Analisa Perjalanan
Analisa perjalanan perlu dilakukan agar kita dapat membayangkan kira-kira medan apa yang akan kita lalui, dengan mempelajari peta yang akan dipakai. Yang perlu di analisa adalah jarak, waktu dan tanda medan.
a. Jarak
Jarak diperkirakan dengan mempelajari dan menganalisa peta, yang perlu diperhatikan adalah jarak yang sebenarnya yang kita tempuh bukanlah jarak horizontal. Kita dapat memperkirakan jarak (dan kondisi medan) lintasan yang akan ditempuh dengan memproyeksikan lintasan, kemudian mengalihkannya dengan skala untuk memperoleh jarak sebenarnya.
b. Waktu
Bila kita dapat memperkirakan jarak lintasan, selanjutnya kita harus memperkirakan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Tanda medan juga bisa untuk menganalisa perjalanan dan menjadi pedoman dalam menempuh perjalanan.
c. Medan Tidak Sesuai Peta
Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan bahwa peta yang kita pegang salah. Memang banyak sungai-sungai kecil yang tidak tergambarkan di peta, karena sungai tersebut kering ketika musim kemarau. Ada kampung yang sudah berubah, jalan setapak yang hilang, dan banyak perubahan-perubahan lain yang mungkin terjadi.
Bila anda menjumpai ketidaksesuaian antara peta dengan kondisi lapangan, baca kembali peta dengan lebih teliti, lihat tahun keluaran peta, karena semakin lama peta tersebut maka banyak sekali perubahan yang terdapat pada peta tersebut. Jangan hanya terpaku pada satu gejala yang tidak ada di peta sehingga hal-hal yang yang dapat dianalisa akan terlupakan. Kalau terlalu banyak hal yang tidak sesuai, kemungkinan besar anda yang salah (mengikuti punggungan yang salah, mengikuti sungai yang salah, atau salah dalam melakukan resection). Peta 1:50.000 atau 1:25.000 umumnya cukup teliti.

Pilih Kompas, Bukan Sekedar Menunjuk Ke Utara

Pilih Kompas, Bukan Sekedar Menunjuk Ke Utara
Memilih dan Menggunakan sebuah Kompas, untuk mendapatkan hasil yang akurat, perlu diperhatikan dua hal, yaitu Deklinasi dan Inklinasi Magnet yang mempengaruhi versi sebuah Kompas.
DEKLINASI
Kompas Magnet selanjutnya disebut Kompas, pada dasarnya adalah sebuah alat bantu untuk menunjuk arah Kutub Utara Sebenarnya (US) atau True North yang berada di 90° Lintang Utara.

Karena cara kerja jarum Kompas dipengaruhi oleh medan magnet bumi, yang bergerak dari Selatan Ke Utara, maka dengan desain sedemikian rupa, jarum Kompas (biasanya jarum bagian merah) akan selalu sejajar dengan medan magnet bumi yang mengarah ke ke arah Kutub Utara Magnet (UM) atau Magnetic North yang selalu berubah posisinya.
Untuk menentukan arah Utara Sebenarnya atau True North dari sebuah lokasi dengan Kompas, diperlukan perhitungan yang disebut Deklinasi Magnet Bumi.
Kompas yang akurat akan dilengkapi dengan kemampuan untuk mengatur Deklinasi jarum kompas dan tentunya interval atau pembacaan derajat yang kecil.
Tetapi, jika deklinasi suatu tempat lebih kecil dari interval pertama di pembacaan kompas, maka deklinasinya bisa diabaikan.
Misal, sebuah kompas memiliki interval pembacaan sebesar 2° sedangkan deklinasinya adalah 0° 20' Timur atau positif, maka deklinasi bisa diabaikan.
Jika deklinasinya sebesar 2° 15', maka deklinasi harus tetap diperhitungkan.
Selain dari gambar di atas, untuk mengetahui Deklinasi sebuah lokasi pada tahun yang sedang berjalan, bisa juga didapat dari :
Dari aplikasi online tersebut, didapat :
Daerah G. Kerinci, deklinasi sebesar 0° 14' Timur
Daerah G. Gede-Pangrango, deklinasii sebesar 0° 43' Timur
Daerah G. Slamet, deklinasi sebesar 1° 2' Timur
Daerah G. Semeru, deklinasi sebesar 1° 25' Timur
Daerah G. Rinjani, deklinasi sebesar 1° 40' Timur

INKLINASI
Agar Kompas lebih presisi dalam menentukan arah Utara magnetik, maka jarum atau plat Kompas harus seimbang di dalam housenya.
Dengan kata lain, jarum atau plat Kompas tidak boleh bergesekan atau bersentuhan dengan pembatas house nya, agar bisa bergerak dengan bebas mengikuti medan magnet bumi.

Bagian kiri merupakan sistem jarum model lama atau masih berdasarkan zone atau hemisphere.
Bagian kanan merupakan sistem jarum model Global

Gambar Kiri Atas, menunjukkan kompas tradisional di belahan bumi utara. jarum bagian utara tertarik ke bawah.
Gambar Kiri Tengah, menunjukkan kompas tradisional di belahan bumi utara. jarumnya seimbang.
Gambar Kiri Bawah, menunjukkan kompas tradisional di belahan bumi selatan. jarum bagian utara tertarik ke atas.

Miringnya jarum Kompas secara horisontal seperti di Gambar Kiri Atas dan Bawah, disebut Compass Dip.

Gambar Kompas bagian kanan, di belahan bumi mana pun tetap horisontal atau seimbang.
Kompas Model Lama, dibagi menjadi 5 Jenis berdasarkan pembagian zone geografis.

5 versi kompas berdasarkan inklinasi menurut produsen kompas Suunto.
Dibagian house sebuah kompas Suunto atau Recta, biasanya ada kode angka, yang menunjukkan versi kompas berdasarkan kode zone seperti di gambar atas.

Jika tidak ada, maka harus dicek lagi, terutama dari nomer seri produknya.
Contoh Kompas Suunto untuk Indonesia :
SS01110501D atau KB-14/360 ZONE 4
SS01110601D atau KB-14/360 R ZONE 4
SS00211001D atau KB-20/360 R/Y ZONE 4
SS00211401D atau KB-20/360 R/G ZONE 4
source : daftar kode produk

5 versi kompas berdasarkan inklinasi menurut produsen kompas Silva.
Keterangan :
MN    - Magnetic North NME  - North of Magnetic Equator ME    - Magnetic Equator SME  - South of Magnetic Equator MS    - Magnetic South 

jika menggunakan kompas Silva untuk daerah Jawa, madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku Tenggara dan Papua bagian Selatan, maka lebih presisi menggunakan yang versi SME.
Contoh Kompas Silva untuk zone MN (tanda MN ada di bagian panah Merah di kompas)

lebih detail
Dengan berkembangnya teknologi, Kompas dengan Jarum sistem Global, bisa digunakan dimana saja. Kompas dengan jenis seperti ini hanya terdapat pada Kompas-Kompas tertentu keluaran Suunto atau Recta (biasanya dengan tambahan berupa seri G).
Tapi tentunya akan berujung pada mahalnya produk Kompas seperti ini.

lebih detail
2 versi Kompas berdasarkan inklinasi di 2 belahan bumi menurut produsen kompas Suunto.

Produsen Kompas dari Suunto, mengeluarkan produk berupa Kompas dengan inklinasi yang digunakan di belahan bumi Utara tetapi juga masih bisa digunakan dengan cukup baik di belahan bumi Selatan, dan begitu pula sebaliknya. 
Tetapi jika sering berada di belahan bumi Selatan, lebih baik jika memilih yang versi untuk belahan bumi Selatan.

Contoh produk Kompas keluaran Suunto berdasarkan seri atau nomer serialnya untuk versi Southern Hemisphere.
SS012095014 A-30/360/L/CM SH
SS010605012 MB-6 CM SH
SS004230012 MC-2/360/D/L CM/IN SH
SS012277014 MCB BLACK CM/IN SH
Sedangkan produsen Kompas dari Brunton, membagi Kompas-Kompasnya dalam 3 versi, yaitu versi Northern, Equator dan Southern Hemisphere.

Jadi, sudah saatnya memilih Kompas dengan lebih cermat dan detail, untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam bernavigasi yang pada akhirnya demi keselamatan dalam berkegiatan di alam bebas.

Cara Menggunakan GPS

GPS atau singkatan dari Global Positioning System merupakan suatu teknologi pemantau posisi dibumi yang memanfaatkan teknologi satelit. Untuk menjalankan sistem ini, selain satelit GPS juga dibutuhkan perangkat penerima sinyal GPS (GPS receiver). GPS receiver inilah yang berfungi sebagai titik tujuan yang menentukan lokasi bumi.

Cara Kerja :
Cara kerja GPS terbilang cukup sederhana, pertama kali harus terjadi koneksi antara GPS receiver dan satelit. dalam hal ini GPS receiver akan mencari sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit di sekeliling bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit GPS bisa diterima di seluruh permukaan bumik. Biasanya GPS receiver dapat menangkap 4 sampai 8 buah satelit.
Untuk mengetahui posisi suatu GPS receiver dengan akurat, diperlukan minimal 3 sateli yang terhubung. Pengukuran posisi GPS receiver didasarkan oleh sistem pengukuran matematika yang disebut dengan triliterasi. Yaitu pengukuran suatu titik dengan bantuan 3 titik acu.

Fungsi GPS :

Kini GPS dengan aplikasi peta digital  terbaru, memiliki fungsi yang semakin menarik :
- Mengetahui koordinat suau titik
- Penunjuk arah jalan (navigasi)

Fungsi Penting GPS :
- simulasi routing
   (mencari dan menunjukan arah jalan dari suatu lokasi ke lokasi yang lain dengan panah bergerak)
- mencari alamat
   (menampilkan peta digital, alamat yang  ditentukan)
- menshare lokasi orang lain
   (mencapture suatu lokasi yang kemudian disa dikirim via sms, mms, atau bluetooth)
- city guide
   (mencari lokaasi menarik suatu daerah dengan informasi yang lebih lengkap)
- foto satelit
   (menampilkan foto satelit suatu daerah hasil pemotretan pada waktu tertentu)
- mencari tempat-tempat penting (point of internet)

CARA UNTUK MENGATASI KRISIS GLOBAL


Apakah krisis global itu ? Bagaimana impactnya ke dunia dan terutama ke Indonesia ?
Pada awalnya dimulai di negara Amerika Serikat sejak tahun 2006, yaitu adanya kredit macet perumahan yang diderita oleh Lembaga Keuangan  non Bank, Subprime Mourgate, yang menyalurkan kredit perumahan kelas menengah ke bawah kepada imigran-imigran yang mau menetap di Amerika Serikat ataupun Spekulan-spekulan yang memanfaatkan kredit rumah, karena sebelum tahun 2006 Fed rate saat itu berkisar 1 %. Dengan adanya inflasi yang membumbung tinggi, sejak tahun 2006 Fed rate meningkat naik sampai pertengahan 2007 sebesar 5,5 % yang berakibat meningkat juga suku bunga kredit pembiayaan perumahan. Sehingga Subprime Mourgate menderita ancaman akan adanya kredit macet sebesar USD 1,7 triliun. Ternyata industri keuangan di Amerika,Eropa dan dunia saat ini sudah sangat canggih, dimana piutang – piutang dari Subprime Mourgate bisa “ diperjual belikan “, yang berakibat efek domino yang dahsyat, seperti dialami oleh Citi Group, Merryl Linch, Bear Steams, Fanny Mal, Fredy Mac, AIG dll, bahkan sampai Lehman Brothers terpaksa mengumumkan pailit dengan beban utang USD 619 MRD, padahal Lehman Brothers sudah berdiri sejak tahun 1844 dan menduduki posisi perusahaan keuangan terbesar no. 4 di Amerika Serikat.
Bagaimana nasib Indonesia ?? Ternyata bukan hanya perusahaan-perusahaan keuangan di Amerika Serikat saja yang menderita, efek domino yang dahsyat melanda seluruh dunia, semua pasar modal dari Wall street, Eropa Barat, Eropa Timur, China, Jepang, India, Amerika Latin, Australia, Asia dan Indonesia sendiri hancur lebur. Index-index saham turun drastis sampai 50 – 65 % lebih.
Bukan hanya di pasar modal saja, semua perdagangan dan industri dilanda krisis. Ibaratnya kalau Amerika batuk, negara China dan India sakit TBC, karena ekspor mereka sangat besar ke Amerika, dan Indonesia akan masuk ICU, walaupun ekspor Indonesia tidak besar yang langsung ke Amerika, tetapi ekspor Indonesia untuk komodity besar sekali ke negara China, India dan Eropa.
Contoh petani sawit saat ini, yang harga jual dulu Rp. 1.750 – Rp. 2.000 / Kg Tandan Buah Segar Sawit, sekarang turun hanya Rp. 300 / Kg. Untuk ongkos petik dan transport tidak bisa terbayarkan dari hasil panenan, sampai-sampai kredit motor/mobil dan eksistensi kehidupan para petani terancam keberadaannya.
Bayangkan, seiring dengan harga minyak bumi pada tgl 11 Juli 2008 mencapai USD 147 per barel, saat ini hanya USD 70 per barel, harga CPO pun ikut trend minyak bumi, karena di luar negeri CPO sebagai bahan baku Biodiesel untuk bahan bakar alternatif. CPO yang pernah mencapai USD 1.300 per ton, sekarang turun ke USD 500 per ton. Bukan hanya CPO saja yang turun, semua komodity karet, coklat, kopi, jagung dll juga produk manufaktur seperti tekstil, kertas, sepatu dll juga terancam keberadaannya, karena banyak ekspor langsung ke Amerika dan Eropa.
Kiat-Kiat Untuk Mengatasi Krisis Global
  1. Turunkan harga BBM dalam negeri ke harga sebelum Mei 2008, yaitu Solar         Rp. 4.300 dan Premium Rp. 4.500
  2. Realisasikan proyek-proyek infrastruktur yang mandek saat ini, sebesar Rp. 170 Triliun
  3. Stop import bahan-bahan mewah, contoh buah apel, jeruk dll, mobil CBU dll
  4. Substitusi import : Minyak bumi, BBM substitusi dengan Bioethanol dan Biodiesel
  5. Substitusi import : Gandum / terigu dengan Modified Tepung Singkong ( Floura )

Add. 1. Turunkan Harga BBM
Pada awal tahun ini harga minyak bumi berkisar USD 80 – 90 per barel, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono berjanji tidak akan menaikkan harga BBM di dalam negeri,kecuali harga minyak bumi melampaui USD 100 per barel. Ternyata di bulan Mei 2008 subsidi BBM dipangkas dan BBM naik rata-rata 28 %, solar dari Rp. 4.300,- naik menjadi Rp. 5.500 dan Premium dari Rp. 4.500 naik menjadi Rp. 6.000, minyak tanah dari Rp. 2.000 menjadi    Rp. 2.500. Sekarang minyak bumi turun ke USD 70 per barel, mengapa tidak ada penyesuaian lagi dari pemerintah kita ? Padahal Malaysia, India, telah menurunkan harga berkali-kali sejak kenaikan lalu.
Dengan adanya kenaikan BBM bulan Mei 2008, efek domino yang terjadi adalah inflasi dari 1 digit naik ke kisaran 12 %, yang mengakibatkan kenaikan suku bunga SBI dari 8 % menjadi 9,5 %.
Dunia usaha mengalami kesulitan sejak kenaikan BBM, melonjaknya inflasi dan coba diredam dengan kenaikan SBI, yang berakibat krisis likuiditas dan kenaikan suku bunga kredit dari 13 % sekarang 17 %.
Jurus paling ampuh untuk meredam lonjakan-lonjakan ini adalah penurunan harga BBM, kembalikanlah ke harga BBM sebelum bulan Mei 2008, untuk solar Rp. 4.300, premium Rp. 4.500, dengan serta merta akan terjadi penurunan inflasi, SBI dan diikuti oleh suku bunga kredit, sehingga industri / perdagangan bisa mulai menggeliat lagi.
Ternyata pemerintah masih diam-diam saja seolah-olah tidak mau tahu akan penurunan harga minyak bumi ini, yang disinyalir oleh ahli perminyakan Kurtubi, bahwa pemerintah akan melepas harga BBM ke harga pasar, seandainya harga minyak bumi berkisar stabil di USD 70 – 80 per barel.
Dengan adanya penurunan harga BBM ini, akan menambah subsidi pemerintah, tapi efek nilai tambah yang diperoleh sektor riil akan lebih besar daripada membiarkan sektor riil tergerus oleh krisis global berkepanjangan. Berapa industri-industri yang akan tutup, berapa karyawan akan kena PHK, laju pertumbuhan ekonomi pun ikut merosot.

Add.2. Realisasikan Proyek-Proyek Infrastruktur
Merealisasikan proyek-proyek infrastruktur yang mandek, karena ketakutan pimpro-pimpro untuk melaksanakan proyek infrastruktur ini, gara-gara takut berurusan dengan KPK di kemudian hari, karena adanya penyimpangan-penyimpangan ataupun adanya uang pelicin untuk memenangkan tender-tender dsb.
Sampai saat ini masih ada proyek-proyek infrastruktur senilai Rp. 170 triliun yang masih belum terealisasikan. Seandainya proyek ini sampai tuntas terealisir, betapa nilai tambah yang berganda bagi sektor pertanian, perdagangan, perindustrian, yang bisa menghemat devisa, sehingga tidak mustahil akan terjadinya swasembada pangan.
Perlu dipikirkan cara-cara terbaik, apakah perlu melibatkan auditor-auditor yang di back up kepolisian, kejaksaan atau kehakiman, sehingga membebaskan tuntutan-tuntutan  di kemudian hari bagi pimpro-pimpro terkait.

Add.3. Stop Import Barang-Barang Konsumtif Mewah
a). Stop import buah-buahan apel, anggur, jeruk, pear, durian dll.
Tanpa makan buah-buahan import, rakyat kita tidak akan memderita kelaparan, karena kita memiliki berbagai aneka ragam buah-buahan seperti nanas, pepaya, pisang, mangga, jambu, belimbing dll. Berapa devisa kita yang bisa dihemat, bukannya memberikan subsidi kepada petani kita, malah petani Amerika, China, Australia yang disubsidi.
Kebetulan saya kenal seorang importir buah-buahan yang kapasitas import per bulannya 100 kontainer dengan nilai USD 30.000 per kontainer, total nilai import USD 36 juta per tahun, setara dengan Rp. 360 milyard. Kalau ada puluhan importir buah-buahan, bisa dibayangkan berapa puluh triliun devisa kita di hambur-hamburkan, yang seharusnya bisa memberikan nilai tambah bagi petani kita ??

b). Stop import mobil CBU
Jelas di sini, 100 % devisa kita kabur tanpa memberikan nilai tambah apapun bagi industri otomotif kita, seumpama import mobil CBU sebesar 100.000 unit per tahun, dengan nilai rata-rata Rp. 200.000.000,-, akan dihemat Rp. 20 triliun per tahun.
Kalau industri perakitan mobil dibatasi, hanya untuk yang mempunyai komponen lokal    60 % ke atas, contoh seperti Kijang, devisa kita bisa dihemat lagi. Kalau perlu, mobil sedan mewah tidak diperlukan lagi. Toh penambahan jalan kita sebesar deret hitung, penambahan kendaraan bermotor sebesar deret ukur.
Dengan penambahan 500.000 unit mobil dan kendaraan niaga per tahun, mengakibatkan kemacetan di kota besar, yang impactnya ke pemborosan BBM sebesar 30 % lebih dan pencemaran udara yang tidak bisa ditanggulangi lagi. Rata-rata konsumsi kendaraan di jalan yang lancar 1 ltr untuk 12 km, tetapi jalan yang macet hanya 1 ltr untuk 8 km, adanya pemborosan sebesar 50 %.
Kalau konsumsi per tahun BBM subsidi sebesar 35 juta kilo liter, 20 juta kilo liter untuk premium, 10 juta kilo liter solar, 5 juta kilo liter minyak tanah, maka pengiritan yang didapat dengan 30 % per tahun adalah :
·         Untuk Premium :
30 % X 20.000.000.000 X Rp. 6.000 = Rp. 36 Triliun
·         Untuk Solar :
30 % X 10.000.000.000 X Rp. 5.500 = Rp. 16,5 Triliun
TOTAL PENGIRITAN                        = Rp. 52,5 Triliun / tahun
Dari total konsumsi mobil dan kendaraan niaga sebesar 500.000 unit /tahun, terdiri dari 100.000 unit mobil CBU/tahun dan diproduksi 400.000 unit per tahun, diperkirakan hanya 100.000 unit yang diijinkan di produksi dengan komponen lokal 60 %, sisanya 300.000 unit distop produksinya, akan kehilangan nilai penjualan sebesar 300.000 X                  Rp. 200.000.000 = Rp. 60 triliun per tahun, yang terdiri dari 50 % komponen import, yang bisa dihemat devisanya, jadi Rp. 30 triliun per tahun, hanya kehilangan Rp. 30 triliun per tahun berupa komponen lokal, pajak bea masuk, pajak PPN BM, Gaji Karyawan, Staff, Eksekutif. Jadi kalau pemerintah memberikan subsidi biaya produksi dan komponen lokal dan kehilangan pajak-pajak bea masuk, PPN BM dll sebesar Rp. 30 triliun per tahun, tetapi bisa menghemat devisa sebesar Rp. 30 triliun dari komponen import dan Rp. 20 triliun untuk import mobil CBU dan pengiritan BBM sebesar Rp. 52,5 triliun sama dengan total penghematan sebesar Rp. 102,5 triliun dikurangi subsidi sebesar Rp. 30 triliun, masih tetap menghemat sebesar Rp. 72,5 triliun.

Jadi penambahan mobil dan kendaraan niaga 100.000 unit saja per tahun, 300.000 unit distop produksinya dan 100.000 mobil CBU distop importnya.
Ini merupakan pemikiran yang sederhana dari saya, yang mengetahui jelasnya adalah departemen perdagangan, departemen perindustrian, direktorat pajak, mengenai detail angka-angkanya. Dengan ilustrasi tsb diatas, bisa dihitung oleh pemerintah, penghematan devisa sepadan atau lebih daripada subsidi biaya produksi dan komponen lokal yang harus digantikan dan kehilangan pajak-pajak terkait.

c). Stop Produksi Sepeda Motor
Produksi tahun 2007 sebesar 4,7 juta unit, tahun ini diprediksi sebesar 5,6 juta unit. Luar biasa untuk populasi sepeda motor terbesar di dunia mencapai 23 juta unit lebih, 1 unit sepeda motor untuk 10 orang, bisa dilihat di jalan raya merupakan lautan sepeda motor dengan kapasitas jalan yang tidak sepadan sehingga rawan kecelakaan, apalagi anekdot yang mengatakan, bahwa pengendara sepeda motor di Indonesia mempunyai nyawa lebih dari satu. Dan ternyata angka kecelakaan  yang terbesar di dunia, dengan perkiraan 1 % dari populasi 23 juta sepeda motor sama dengan 230.000 / tahun kecelakaan dan angka kematian 28.000 per tahun.
Disamping itu, rawan terjadi kredit macet seperti hal Subprime Mourgate, yaitu Lembaga Keuangan  Leasing dan Bank-Bank tetap menyalurkan kredit untuk pembelian sepeda motor, padahal pembeli sepeda motor ini hanya sekedar spekulasi daripada mudik pakai Bus/Kereta lebih baik beli kredit sepeda motor, bisa bayar uang muka dan maksimal bayar cicilan 3 bulan, setelah itu menjadi kredit macet.
Seandainya stop produksi sebesar 5 juta unit per tahun, pemerintah akan menghemat devisa 50 % untuk komponen import dan mengeluarkan 50 % subsidi untuk biaya produksi, komponen lokal dan pajak-pajak terkait, jadi impas, tetapi bisa mengurangi resiko kredit macet dan pengiritan BBM seperti point b) tadi pasti terjadi.

Add.4. Substitusi Import Minyak Bumi dengan Produksi Biodiesel & Bioethanol
Lifting Minyak bumi kita sebesar 929.000 barel / hari, 340 juta barel per tahun yang diekspor, karena kualitasnya lebih bagus dengan kandungan Sulphur yang rendah. Sedangkan untuk kilang dalam negeri diimport minyak bumi dari Arab Saudi sebesar 245 juta barel per tahun setara 35 juta kilo liter untuk BBM bersubsidi dan 30 juta kilo liter BBM industri ( kurang lebih 210 juta barel per tahun ).
Dari BBM bersubsidi sebesar 35 juta kilo liter per tahun, terdiri dari 20 juta kilo liter premium dan 10 juta kilo liter solar, 5 juta kilo liter minyak tanah, dan untuk BBM industri hampir seluruhnya solar/IDO sebesar 30 juta kilo liter.
Substitusi 20 juta kilo liter premium oleh 30 % Bioethanol sebesar 6 juta kilo liter, substitusi 40 juta kilo liter solar / IDO oleh Biodiesel minimum 50 % bisa tercapai, yaitu 20 juta kilo liter Biodiesel per tahun. Daripada memberi subsidi kepada rakyat Arab Saudi untuk import minyak bumi lebih baik subsidi diberikan kepada petani sawit, industri kelapa sawit ( CPO ), industri Biodiesel dan petani singkong, industri Bioethanol. Untuk 20 juta kilo liter / tahun, Biodiesel membutuhkan 8 juta ha kebun sawit dengan hasil 20 juta ton CPO / tahun.
Kalau 1 KK petani mengelola 2 ha kebun sawit, akan terserap 4 juta KK petani sama dengan 16 juta penduduk bisa mendapatkan nafkah.
Dengan prediksi harga Tandan Buah Segar Sawit Rp. 700/kg maka harga CPO               Rp. 4.500/kg ( USD 500 per ton ), dan menjadi Biodiesel Rp. 6.500/ltr.
Disini diperlukan keseriusan pemerintah, menunjuk  Pertamina sebagai Stand by buyer dengan harga Rp. 7.000/ltr, berapapun produsen Biodiesel menghasilkan Biodiesel akan diserap total tanpa tetek bengek prosedur, apalagi uang siluman. Sebagai perbandingan, kalau Pertamina harus import minyak bumi dari Arab Saudi dan dikilang menjadi BBM, diperlukan biaya Rp. 7.500, lebih baik membeli Biodiesel dari dalam negeri, devisanya tidak lari kemana-mana, bisa lebih mensejahterakan petani sawit dan pengusaha-pengusaha CPO dan Biodiesel, dan bisa menyerap tenaga kerja yang berlimpah ruah, jadi multiplier efeknya besar sekali.
Untuk menyerap hasil panenan sawit seluas 8 juta ha, diperlukan pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton Tandan Buah Segar Sawit per jam sebanyak 550 pabrik, dan pabrik Biodiesel kapasitas 120 T per hari intergrated dengan pabrik kelapa sawitnya. Total karyawan yang bisa diserap 55.000 orang. Suatu penciptaan lapangan pekerjaan baru ditengah krisis yang sedang melanda dunia.
Luar biasa multiplier efeknya, termasuk 16 juta penduduk petani bisa mendapatkan nafkahnya. Disamping itu adanya pengiritan import minyak bumi sebesar 455 juta barel X USD 80 sama dengan Rp. 364 triliun yang bisa dipergunakan untuk membiayai petani sawit, petani singkong, industri CPO, industri Biodiesel dan industri Bioethanol.
Saat ini industri kelapa sawit dan petani sawit sedang dilanda krisis dengan turunnya harga CPO mencapai USD 500 per ton dari sebelumnya pernah mencapai USD 1.300 pada saat harga minyak bumi USD 147  per barel.

Total produksi CPO tahun ini diperkirakan 17,5 juta ton, dengan tujuan ekspor sebesar 13 juta ton dan sisanya 4,5 juta ton dipasarkan dalam negeri untuk minyak goreng. Dengan turunnya harga ekspor, jelas tidak mungkin akan di switch ke pasaran domestik, akan luber kemana-mana, kecuali diserap oleh industri Biodiesel dan diserap hasilnya oleh Pertamina. Tetapi ketentuan ini belum ada juklaknya, baru saja ada mandatory BBN ( Bahan Bakar Nabati ), sebesar 2,5 % daripada pemakaian BBM oleh industri BUMN. Ketentuan ini sangat tidak ada manfaatnya. Jauh api dari panggangnya.
Sebagai tambahan, Biodiesel bisa dihasilkan disamping dari CPO, juga dari biji karet, dimana saat ini biji karet hanya berupa limbah dari perkebunan karet, sama sekali belum termanfaatkan.
Penulis adalah pengusaha yang bergerak di bidang pengolahan hasil agroproduct, yang telah bisa memanfaatkan biji karet ini menjadi Biodiesel di Lampung, dengan hasil yang setara dengan Biodiesel dari CPO, bahkan lebih bagus, yaitu Pour Pointnya ( titik bekunya ) lebih rendah dari Biodiesel dari CPO, jadi untuk negara 4 musim tidak terjadi beku pada musin winter. Dari total luas lahan perkebunan karet 3,3 juta ha, kalau bisa dikumpulkan biji karet sebesar 30 %, yaitu dari 1 juta ha akan menghasilkan, per ha 2.000 kg biji karet per tahun, yaitu 2 juta ton biji karet dan untuk diolah menjadi Biodiesel sebesar 250.000 ton per tahun.
Ini hasil yang luar biasa, tanpa perlu menanam lagi, bahkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi pengumpul biji karet, per ha 1 – 2 orang. Jadi ada 2 juta tenaga kerja baru yang bisa direkrut.

Add.5. Substitusi Import Gandum / Terigu dengan Modified Tepung Singkong ( Floura )
Dengan makin berkembangnya budaya barat masuk ke Indonesia, makin banyak pilihan bahan makanan. Kalau dahulu, kita belum makan nasi berarti kita belum makan. Tapi budaya ini sudah bergeser, dengan kehadiran Kentucky, Mac Donald, Burger, Dunkin Donut, JCO, Breadtalk dll. Kita sekarang mengkonsumsi terigu untuk roti, mie instant, makin bertambah dari tahun ke tahun.
Tahun ini diprediksi dibutuhkan 4 juta ton terigu yang 100 % gandumya harus diimport dari negara 4 musim, karena gandum memerlukan freezing pada musim winter, yang tidak mungkin tumbuh di negara tropis.
Sekarang terigu bisa digantikan sampai kadar 25 – 75 % oleh tepung singkong termodifikasi ( Floura ) yang mempunyai sifat menyerupai terigu.
Jangan menganggap remeh peranan singkong, yang selalu mengisi kebutuhan hidup kita sepanjang hari dari pagi sampai malam. Pagi hari kita menggosok gigi dengan tapal gigi yang bahan bakunya dari singkong menjadi sorbitol, sarapan pagi makan nasi goreng dengan bumbu masak vetsin yang bahan bakunya dari singkong menjadi tapioka diproses menjadi monosodium glutamate, minum kopi/teh bisa dengan glucose cair berbahan baku singkong, pakai pakaian yang bahan kanjinya dari tapioka, dari singkong juga, baca koran, yang produksi kertasnya memerlukan oxidized starch dan cationic starch yang bahan bakunya dari singkong juga, minum coca cola / soft drink yang pemanis HFS nya ( High Fructose Syrop ) dari singkong juga, makan roti atau mie instant bisa juga disubstitusi oleh tepung singkong termodifikasi, sebagai substitusi BBM oleh Bioethanol dari singkong juga.
Jadi peranan singkong terhadap kebutuhan hidup kita sepanjang hari, sangat besar sekali. Untuk kebutuhan kebun singkong sebagai bahan baku 2 juta ton tepung singkong termodifikasi diperlukan 1 juta ha tambahan, disamping kebun singkong yang ada saat ini untuk keperluan tapioka, yaitu kisaran 1 juta ha juga. Penghematan devisa bisa dilakukan dengan adanya substitusi  import gandum/terigu dengan tepung singkong termodifikasi ( Floura ), sebesar 2 juta ton gandum/tahun dengan harga USD 500/ton jadi senilai USD 1 milyard sama dengan 10 triliun/tahun.
Penulis juga pengusaha pengolahan bahan agroproduct dari singkong menjadi floura dan oxidized / cationic starch, modified starch untuk industri tekstil, gypsum dan kertas.

KESIMPULAN :
Masih banyak produk-produk manufaktur berbahan baku lokal yang diperlukan untuk substitusi import. Terutama saat ini, produk manufaktur yang orientasinya ekspor mengalami ancaman stop import oleh buyer-buyer dari negara-negara Eropa ataupun Amerika sendiri.
Saving devisa diperlukan disamping pendapatan devisa dari ekspor kita.